Type something and hit enter

zoelk.com
On
Hongkong Youtube
Tak ada liburan yang lebih menyenangkan dibanding liburan bersama keluarga.  Itulah mengapa dalam setiap liburan kami selalu berusaha untuk mengajak anak-anak untuk ikut serta. Dan setiap tahun, kami merencanakan untuk berlibur baik di dalam negeri maupun keluar negeri.

Tak sedikit orang yang menganggap sepele liburan bersama anak-anak. Selain dianggap lebih mahal karena membawa serta semua anggota keluarga, juga lebih butuh tenaga ekstra karena harus mengurus anak-anak sambil liburan. Dan tak sedikit yang menganggap jika liburan bagi anak-anak tidaklah penting-penting amat. Misalnya dengan alasan anak masih kecil sehingga belum terlalu mengerti manfaat liburan.

Padahal dalam laporan Project: Time Off disebutkan bahwa terdapat 84 persen anak-anak yang mereka survey mengungkapkan jika disaat liburanlah mereka menjadi lebih dekat. Bahkan anak-anak yang dekat orang tua pun setiap hari pun merasa hubungan mereka jauh lebih baik tiga kali lipat setelah liburan.

Fakta yang sama juga diungkapkan oleh Family Holiday Association yang menyebutkan 49 persen orang mengaku memori paling bahagia yang terekam di otaknya adalah saat berlibur bersama keluarga. Bahkan penelitian ini juga menyebutkan, 24 persen responden  menyebut kenangan berlibur bersama keluarga menolong mereka di saat pikiran sedih menerpa.

Oleh John McDonald, direktur Family Holiday Association hal ini disebutnya  'jangkar kebahagiaan' yang bisa menahan sifat-sifat negatif saat kemalangan menerpa. Dengan adanya memori dan kenangan positif saat berlibur, perasaan senang dan bahagia akan lebih mudah muncul.

Seperti ungkapan dari Aarti Khurana “While you are alive collect moments not things, earn respect not money and enjoy love not luxuries”. Bahwa di kehidupan ini yang kita butuhkan adalah mengumpulkan kenangan bukanlah harta, lebih mementingkan respek dibanding uang dan menikmati cinta dibandingkan kemegahan. Kami ingin memberikan kenangan-kenangan manis bagi anak kami dan juga memberi pengalaman yang bisa mereka bawa hingga dewasa nanti.

Memberikan ‘jangkar kebahagian’, membangun ikatan emosional dan memberikan pemahaman budaya terhadap apa yang jauh berbeda dengan kesehariannya adalah hal penting yang ingin kami berikan kepada anak-anak dalam libur bersama anggota keluarga. 

Bagi kami sangat penting untuk memberikan banyak “warna” bagi kehidupan anak. Dan traveling ke berbagai tempat baik dalam maupun luar negeri bisa memberi mereka banyak gambaran betapa luas dan beragamnya dunia. Dari sana, kami berharap anak-anak akan tumbuh menjadi anak-anak yang memiliki wawasan luas tentang kehidupan.

Kita juga hanya punya waktu terbatas untuk liburan bersama anak-anak. Seiring waktu, anak-anak akan semakin dewasa dan bisa jadi akan lebih memilih liburan bersama teman-temannya. Jika momen anak-anak ini kita biarkan berlalu tanpa “jangkar kebahagiaan” dan “jangkar kebersamaan” tentu tidak bisa kita putar kembali.

Melakukan family traveling sangat berbeda dengan traveling sendirian atau bersama teman-teman. Saat liburan keluarga anak-anaklah yang menjadi fokus kita. Memang, bukan berarti bahwa kita tidak  boleh bergembira dengan liburan tersebut, tetapi memastikan bahwa anak-anak bisa merasakan liburan tersebut sebagai sebuah liburan yang menyenangkan.

Bagi kami, family traveling adalah menempatkan kebahagiaan kita bersama dengan kebahagiaan anak-anak. Menyaksikan anak-anak bergembira dengan liburannya adalah puncak dari kebahagiaan family traveling.  Karena itu dalam membuat perencanaan liburan keluarga penting untuk mengatur ritme dan tujuan perjalanan sesuai dengan keinginan anak-anak. Dari sini sebenarnya kita harus memahami dan mengenal karakter anak-anak kita serta membangun komunikasi dengan anak-anak. Inilah kelebihan dari family traveling dalam membangun ikatan dengan anak-anak.

Beberapa catatan dari perjalanan tersebutlah yang akhirnya saya tuangkan di blog sederhana ini

Click to comment